20 Istilah Modul 1 (D-16)
1. Ekologi Industri (Industrial Ecology): Pendekatan multidisiplin yang mengkaji aliran material, energi, informasi, dan interaksi antar elemen dalam sistem industri untuk mencapai keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
2. Ekonomi Linear (Take-Make-Dispose): Model ekonomi tradisional "ambil-buat-buang" ketika bahan mentah diambil dari alam, diproses menjadi produk, digunakan, lalu dibuang sebagai limbah.
3. Ekonomi Sirkular (Circular Economy): Model yang mengubah limbah menjadi sumber daya baru sehingga sistem produksi bersifat sirkular, bukan linear.
4. Mimicking Nature: Prinsip meniru siklus ekosistem alam yang bersifat tertutup (closed-loop).
5. Closed-Loop (Siklus Tertutup): Kondisi ketika semua keluaran (output) suatu proses menjadi masukan (input) bagi proses lain.
6. Optimisasi Sistemik: Prinsip memandang industri sebagai sistem yang saling terkait, bukan unit yang berdiri sendiri.
7. Substitusi Bahan: Penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan, dapat diperbarui, atau dapat didaur ulang.
8. Simbiosis Industri (Industrial Symbiosis): Kerja sama antar perusahaan sehingga limbah satu perusahaan menjadi sumber daya bagi perusahaan lain.
9. Life Cycle Assessment (LCA): Metode untuk mengevaluasi dampak lingkungan suatu produk sepanjang siklus hidupnya (ISO 14040).
10. Material Flow Analysis (MFA): Metode untuk memetakan pergerakan material dalam suatu sistem industri.
11. Eco-efficiency: Strategi mengurangi konsumsi sumber daya dan emisi tanpa mengorbankan produktivitas.
12. Cleaner Production (Produksi Bersih): Pencegahan polusi sejak awal tahap desain proses, bukan hanya pengolahan limbah di akhir.
13. Design for Environment (DfE) / Eco-design: Perancangan produk agar ramah lingkungan, mudah diperbaiki, digunakan ulang, dan didaur ulang.
14. Life Cycle Thinking: Cara pandang yang mempertimbangkan daur hidup penuh produk, mulai dari bahan baku, produksi, distribusi, penggunaan, hingga akhir masa pakai.
15. Eco-Industrial Park (EIP): Kelompok perusahaan dalam satu kawasan yang beroperasi bersama dengan prinsip simbiosis industri, contohnya Kalundborg, Denmark.
16. Green Supply Chain Management: Pengelolaan rantai pasok dari hulu ke hilir agar lebih ramah lingkungan.
17. Reverse Logistics: Aliran balik produk setelah digunakan (end-of-life) untuk diperbaiki, digunakan ulang, atau didaur ulang.
18. Product-Service System (PSS): Pergeseran dari kepemilikan produk menuju layanan, misalnya car sharing atau sewa alat elektronik.
19. Triple Bottom Line: Kerangka keberlanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.
20. Intergenerational Equity (Keadilan Antargenerasi): Kewajiban moral manusia menjaga keseimbangan kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.
Komentar
Posting Komentar